Archive | play and art kids RSS feed for this section

semenarik apakah aktifitas dengan biji kacang hijau bagi balita?

19 Jun
dylan and the mung beans

dylan and the mung beans

Bagaimana Dylan menjelajahi kacang hijau dari hari ke hari:

1. Dia senang ketika melihat baki yang saya siapkan. Isinya dua mangkuk dan satu sendok dengan biji kacang hijau di mangkuk yang lebih tinggi. Lalu dia hanya melihat kacang hijau didalamnya dan menyentuhnya dengan menggunakan satu jari.
2. Saya menggunakan sendok untuk menyekop dan mulai menuangkan kacang dari satu mangkuk yang lain, berharap dylan melihat dan meniru. Ya, dia menirukannya. Tapi hanya sementara. Dia lebih tertarik untuk bermain puzzle.
3. Hari berikutnya, ia mulai melakukan aktifitas menyendok biji kacang hijau dengan sendok. Berlangsung dalam waktu yang lebih lama. Dan ia semakin mahir melakukannya.
4. Saya menambahkan beberapa silinder ke dalam baki. Pada awalnya dia mulai menuangkan seperti biasa, dari mangkuk besar ke mangkuk kecil. Lalu ia mulai terganggu dengan silinder, dan mulai main tumpuk-menumpuk. Kemudian, ia mulai mencubit biji kacang hijau itu satu persatu dan dimasukan kedalam silinder.
5. Setelah beberapa hari pengulangan kerja. Dia bertanya apakah tidak apa-apa untuk menuangkan kacang ke dalam baki. Ya, tentu saja. Dengan senangnya dia menuangkan dan mulai mengeksplorasi suara yang dihasilkan dari biji kacang hijau yang beradu satu sama lain. Sekitar 20 menit dia bermain dengan suara, mendengarkannya dengan seksama. Ia menemukan jika digoyang dengan cepat, suara yang dihasilkan pun berbeda. Ia juga menemukan beberapa bentuk seperti segitiga yang terbentuk oleh pergerakan biji kacang hijau.
6. Mari kita lihat apa lagi yang bisa dilakukan lebih banyak hanya dengan material biji kacang hijau.

Advertisements

apa itu metode montessori?

17 Jun

Tahun lalu, saya bertanya kepada seorang teman yang tinggal di NY, USA, tren mendidik seperti apa yang sedang digandrungi disana. Kami berbicara banyak, lalu dia menyarankan agar saya mengikuti metode montessori untuk berkegiatan di rumah bersama Dylan. Saya memutuskan untuk tidak “menyekolahkan” Dylan ke preschool/dll sampai nanti waktunya dia bisa masuk ke TK. Kenapa? Tidak ada alasan yang spesifik. Saya hanya mengikuti intuisi dan pengalaman hidup saya sendiri, yang mulai “bersekolah” sejak TK. Beberapa minggu terakhir ini, menjelang usia Dylan yang ke-3 tahun, saya mulai menerapkan metode montessori di rumah. Dengan peralatan yang ada dirumah, hanya berbekal informasi dari internet saja.

Dr. Maria Montessori (lahir 31 Agustus 1870) adalah seorang dokter wanita pertama di Italia yang mulai mengembangkan metode pendidikan yang membiarkan anak-anak mempelajari sesuatu berulang-ulang, melakukan pekerjaannya sendiri, membiarkannya memperbaiki kesalahan yang ia lakukan sendiri, dan memiliki kebebasan untuk memilih pekerjaan yang ingin ia lakukan. Metode ini awalnya ia terapkan untuk anak-anak dengan keterbelakangan mental, melihat hasilnya yang sangat baik, Maria yakin menerapkan metodenya ini kepada anak-anak yang normal akan memberikan hasil yang akan lebih baik lagi.

Yang saya pelajari, ada tiga cara dasar dalam membimbing anak untuk belajar dengan metode ini,

1. Periode 1: Pengenalan (Ini adalah …)

2. Periode 2: Asosiasi/Rekognisi (Coba tunjukan …, Mana … ya?)

3. Periode 3: Recall ( Ini apa ya?)

Semua dilakukan dengan bahasa yang sederhana, semakin sedikit kata/petunjuk semakin banyak yang akan ia pelajari. Dalam metode ini, anak dihargai sama sebagai manusia. Bukan sekedar orang dewasa kecil. Di rumah, saya mulai membuat lingkungan montessori yang membuat Dylan merasa kedudukannya setara dengan semua orang dewasa yang ada dirumah ini. Misalnya dengan menaruh tempat sepatu khusus, membuat gantungan baju yang bisa ia jangkau sendiri, membuat tempat mainan yang bisa ia jangkau kapan saja, bebas memakai pakaian yang ia pilih, melakukan hal-hal domestik, dan sebagainya. Bukan sebagai pembantu orangtuanya, tetapi sebagai orang yang melakukan perbuatan untuk dirinya sendiri.

Metode ini mudah namun sulit, mudah menerapkannya, namun sulit menahan kebiasaan-kebiasaan lain yang sudah tertanam pada diri saya sebagai pembimbingnya, yang selalu “biasanya juga begini lebih mudah…” 😀

animals and their babies

1 Aug

Hai adik-adik,

Mari kita menyimak gambar binatang-binatang 🙂

We can see animal and their baby here. Baby animals got their own name, check it out!

Please click on the picture for a larger size.

Images are taken from many sources in google. I am so thankful for everyone whom made it.

basic shape

27 Jun

Basic Shape atau Bentuk Dasar yang biasa ditemui dalam pembelajaran awal yaitu Lingkaran (Circle), Segitiga (Triangle), Persegi (Square), dan Persegi Panjang (Rectangle).

kids activity

23 Jun

pada situs Activity Village dari Inggris ini terdapat banyak sekali kegiatan yang bisa dilakukan anak-anak di rumah dengan pengawasan orangtua.

silakan langsung klik disini untuk menuju situs yang penuh dengan kegiatan menarik 🙂

have a nice day, kiddos!

ngobrol sama kakak tutor privat gambar

9 Jun

Siang itu saya ngobrol sama seorang teman yang juga lulusan dari FSRD ITB. saat ini dia sedang asik menjadi tutor privat seorang anak lelaki berusia 7 tahun yang sekarang duduk di kelas 2 Sekolah Dasar. Dia menceritakan pengalamannya selama menemani sang anak berkreasi. Kami sepaham bahwa kami bukan mengajar, namun menemani. Dibilang mengarahkan, mungkin, tapi hanya sedikit. Kami membebaskan anak untuk melakukan apapun yang ingin mereka lakukan selama 2 jam bersama kami.

been so long… how about a Family Tree?

25 Jan

Halo, apa kabar?

Ternyata, sudah minggu terakhir di bulan Januari 2010, ya? Nggak terasa sama sekali, bahkan untuk membuat resolusi pun, saya tak sempat. hohohooo… Been busy lately but i promise to keep posting at least once a month until the end of the year.

Ok let start my first, maybe the last post on january 2010!!! -hopefully not.

I will post about: Family Tree. Kenapa? Soalnya baru-baru ini paman posting family tree keluarga kami di group facebook keluarga. I amazed how he managed his time for making such a valuable things like that. He made a simple one. Only from his mother in law aka my grandmom, sampai ke saya dan sepupu-sepupu, baru 3 generasi, tapi ini awal yang baik. saya sendiri tidak terlalu mengenal silsilah keluarga, bad kids, huh? hohohooo.. but i recognize them kok when we met somewhere :p my father’s family name is Natanegara, i only know his ancestor’s story from his mother and also from google!

Dari ke-rajin-an si oom, saya jadi ingin membagi perasaan menyenangkan kala melihat pohon silsilah itu mampu bercerita banyak. something i forget, but yes it is always here indeed. Hati seperti bilang, “wah kok bisa ya dari nenek-kakek doang hasilnya jadi ada 30 orang?” interesting and tickling. Jadi terasa lebih dekat meski hanya melihat nama-nama itu diatas selembar kertas berdasar gambar pohon. Tapi bukan berarti melulu background-nya gambar pohon yah!

Bagaimana kalau besok siang, kita ajak adik-adik kecil dirumah untuk membuat family tree yang sederhana, kita lakukan dengan beberapa langkah mudah yang menyenangkan. Yang kita perlukan pastinya alat-alat standar seperti kertas, gunting, lem, pensil, spidol warna, crayon, cat air, sticker, dsb.

Siapkan kertas,  ukuran A5 atau setengahnya untuk mempermudah. Tidak perlu memotongnya dulu menjadi ukuran2 kecil yang seragam. Biarkan anak menuliskan nama-nama nanti dengan fonts dan size yang dia inginkan. Takut nanti hasilnya sebesar tembok berlin? Nantikan efeknya pada Anda dan keluarga jika itu memang terjadi 😀

Ajak anak untuk mengenal keluarganya dimulai dari keluarga inti. Minta dia menuliskan nama lengkapnya sendiri. Lalu nama Ibu dan Ayah, serta saudara kandung. Tahap berikutnya, minta dia menuliskan nama kedua Nenek dan Kakek. Dan seterusnya dilanjutkan dengan nama Paman, Bibi, dan sepupu-sepupunya.

Selesai ditulisi, barulah gunting kertas yang bertuliskan nama-nama itu mengikuti alur kalimat. Jika tidak mau, biarkan apa adanya, untuk kemudian disusun seperti puzzle yang ditumpuk-tumpuk.

Diatas lantai, minta anak menyusun nama-nama tersebut dengan urutan Ayah – Ibu lalu beri panah kebawah untuk namanya. Jika memiliki adik-kakak, bantu ia mengetahui posisi yang lebih tepat. Satu kali diberi contoh pasti ia akan mudah mengingatnya untuk menyusun silsilah berikutnya.

Setelah selesai disusun diatas lantai, siapkan beberapa lembar karton manila. Bantu anak untuk menyatukan sisinya, jadikan karton ini sebagai base untuk nama-nama yang telah ia susun tadi. Pindahkan kertas nama diatas lantai keatas karton. Rekatkan. Beri hiasan dengan gambar atau sticker sesuka hati.

Setelah selesai, tempel karya anak di tembok dan ceritakan kembali siapa-siapa nama yang ada didalamnya. Mempelajari silsilah keluarga dan sejarah keluargadengan cara yang menarik akan menjadi kenangan yang indah…

Berikut adalah tautan beberapa web mengenai family tree yang saya temukan, cukup menarik untuk dicoba secara online:

http://www.ancestry.com/

http://www.myheritage.com/

Selamat mencoba 🙂