Archive | June, 2009

Pendidik Preschool bukan Babysitter ;)

23 Jun
Pendidik Pra Taman Kanak-Kanak
Yayat Suratmo

Published 02/16/2009 – 4:07 a.m. GMT

Dalam bahasa Inggris ‘babysitter’ berarti seorang yang mengasuh/bertanggung jawab sementara terhadap anak sewaktu orang tuanya tidak berada ditempat. Sedangkan seorang preschool teacheradalah seorang pendidik yang terus menerus mengamati perkembangan psikis dan motorik anak. Perkembangan motorik mencakup berlari atau melompat. Sementara psikis meliputi kemampuan keterampilan seperti memotong, menggambar, dan menulis. Di dalamnya juga termasuk intelektualitas dan socio-emotional anak tersebut
Pengamatan terhadap anak dicatat dan dievaluasi. Setiap tiga bulan si pendidik melakukan temu wicara dengan orang tua si anak untuk membahas berbagai masalah. Dengan demikian orang tua dan pendidik sepakat akan pertumbuhan anak tersebut sesuai dengan umurnya. Apabila terdapat kelainan dalam perkembangan anak itu, pendidik akan menganjurkan orangtua untuk berkonsultasi dengan seorang ahli.

Pendidik harus sudah menyelesaikan di perguruan tinggi pelajaran-pelajaran berikut:

  1. Ilmu Perkembangan Anak yang mencakup perkembangan fisik, intelektual dan sosio-emotional anak dari konsepsi sampai anak berumur delapan tahun.
  2. Kurikulum yang berbasis tentang lingkungan dan kegiatan anak. Lingkungan adalah tempat dimana anak bermain, berfantasi, bergurau, bertanya, bereksplorasi dan belajar. Lingkungan harus bersih, nyaman, aman dan khusus untuk anak. Lingkungan harus memiliki perabotan dan alat yang mudah dipakai dan dicapai oleh anak tanpa pertolongan orang dewasa. Isi kegiatan anak harus direncanakan dan harus cocok dengan umur dan perkembangannya. Dengan demikian bagi si anak, ia akan mudah menerima instruksi dan berkembang.
  3. Hubungan Keluarga, kondisi keluarga dapat menjadi gambaran kebiasaan anak. Kebiasaan keluarga berbeda-beda, apalagi di masyarakat majemuk seperti sekarang. Pendidik harus paham situasi ini supaya tidak ada ‘bias’. Tanyalah keluarga tentang kebiasaan anak setiap hari. Anak akan merasa nyaman dikelasnya apabila dia sudah terbiasa dengan lingkungan itu. Contoh, seorang anak India berusia tiga tahun menangis terus menerus ketika ibunya meninggalkannya di kelas. Begitu sang guru memutar lagu-lagu India, anak itu berhenti menangis dan mulai menyelidiki lingkunganya.
  4. Ilmu komunikasi, ilmu ini mengajarkan pendidik untuk memilih kata dan kalimat yang dapat dipahami anak. Setelah mendapat kepercayaan anak, pendidik memupuk hubungan baik dengan anak itu dengan komunikasi yang positif. Komunikasi positif memakai kata kata yang mendorong seperti, “Peganglah tangan temanmu baik baik”. Bukan “Jangan sorong menyorong”. Dalam memberi perintah, Sebaiknya kata ’Jangan’ tidak dipakai. Pilihlah kalimat singkat dengan kata yang sederhana. Karena anak berumur tiga sampai dengan lima tahun memahami hanya apa yang dilihat dan didengar, maka yang dibicarakan bukanlah hal hal yang abstrak dan berbelit-belit. Anak juga senang dengan kalimat dengan kata kata yang bersamaan bunyi atau kata-kata yang diulang. Seperti nyanyian ini: Kamu bernyanyi; aku bernyanyi; kita bernyanyi bersama. Aku bersiul;kamu bersiul;kita bersiul bersama. Sedangkan apabila seorang anak karena sesuatu hal tidak mau mendengarkan kata apapun, maka pendidik harus menempatkan anak tersebut ke sudut yang nyaman, jauh dari temannya agar dia dapat ketenangan. Berilah penjelasan, alasan dan akibat dari perbuatannya. Dengan demikian anak diberi kesempatan untuk berpikir dan memilih. Di usia yang sangat muda janganlah anak dipermalukan. Karena hal ini akan menghilangkan rasa harga dirinya. Setiap kata harus menopang, mendorong dan menghormati.
  5. Pendidik juga harus mendapat latihan CPR (Cardio Pulmonary Resuscitation) dan Pertolongan Pertama. Latihan untuk ini dilakukan dua tahun sekali karena sertifikat berlaku hanya untuk waktu tersebut.
    Anak-anak berumur dua setengah sampai dengan lima tahun dimasukkan ke Prasekolah karena kedua orang tuanya bekerja atau perlu sedikit waktu luang untuk dirinya sendiri. Sekolah ini mempunyai tenaga pendidik yang berdedikasi terhadap perkembang anak. Perbandingan guru anak ialah 1: 6 sehingga kebutuhan setiap anak diketahui. Sekolah menyediakan lingkungan yang sesuai dengan perkembangan anak. Ada tempat bermain, membaca, menulis, menggambar, berfantasi, memasak, mengeekplorasi dan berkreasi. Dalam melakukan aktivitas ini anak tersebut berhubungan dengan teman seumurnya. Mereka berasosiasi dan belajar menjalin hubungan. Menguasai emosi diri dan memakai strategi yang menghasilkan persahabatan, adalah basis untuk perkembangan kehidupan bermasyarakat anak kelak. Prasekolah adalah jembatan ke Taman Kanak-kanak dan sekolah dasar. Anak Prasekolah sudah dilatih untuk menghadapi hal-hal disekolah berikutnya sehingga persentase anak ini putus sekolah dikemudian hari sangat rendah. Dia senang sekolah dan tidak canggung lagi menghadapi pelajarannya.

disalin dari, http://www.kabarinews.com/article.cfm?articleID=32553

terimakasih ya Pak Yayat Suratmo untuk tulisannya 🙂

Story Place

9 Jun

http://www.storyplace.org/storyplace.asp

STORY PLACE

Children and their parents have for years enjoyed attending storytimes, checking out books and participating in a number of other educational, entertaining and participatory programs at the various locations of The Public Library of Charlotte Mecklenburg County. StoryPlace, an interactive web site, came about to provide children with the virtual experience of going to the library and participating in the same types of activities the library offers. In the summer of 1999, a team of Children’s Librarians and Specialists got together with in-house web developers to begin development on this exciting site. In the Spring of 2000, StoryPlace premiered with its first section, the Pre-School Library, completed.

StoryPlace currently consists of two libraries, the Preschool Library and Elementary Library.

Situs ini menjadi salah satu favorit saya. Dengan dua libraries yaitu untuk Preschool dan Elementary, saya bisa menemukan banyak cerita menarik dan juga beragam akitivitas lainnya.

Pada bagian Preschool Library, kita dapat menemukan banyak tema berbeda dengan sub tema berupa on-line story, on-line activity, take home activity, dan reading list. Tema yang disediakan sangat banyak, dari mulai mengenai boneka beruang, katak, pemadam kebakaran, hingga mengenai musik dan pengalaman mandi. Masing-masing cerita dilengkapi berbagai aktivitas serta lagu yang berbeda. Sangat menyenangkan!

Lalu pada bagian Elementary Library, terdapat sub tema Print Out Activity, Topsy Turvy Tale dan Reading List. Kegiatannya menarik dan dapat ditentukan oleh anak sambil berinteraksi dengan berbagai tokoh binatang yang ada didalam ceritanya.

Yang mengganggu dari situs ini adalah layar interaktifnya yang berukuran kecil hingga sulit berkonsentrasi karena banyaknya bagian kosong pada tampilan layar (saya menggunakan laptop berukuran 12 inch).

Anyway, this site is fun!!! Enjoy…

about yelling at something

7 Jun

oke.. post kali ini diluar jalur, sekedar promosi:
http://www.plurk.com/sallynatanegara/invite
http://twitter.com/sallynatanegara
heheee…
baiklah, terimakasih atas perhatiannya..

ditunggu ya ^^

Pre School Education

6 Jun

Preschool education From Wikipedia, the free encyclopedia

(Redirected from Pre-school)

http://en.wikipedia.org/wiki/Pre-school

Preschool education is the provision of education for children before the commencement of statutory education, usually between the ages of two and five, dependent on the jurisdiction. Preschool is also known as nursery school, day care or kindergarten. Preschool work is organized within a framework that professional educators create. The framework includes structural (administration, class size, teacher-child ratio, etc.), process (quality of classroom environments, teacher-child interactions, etc), and alignment (standards, curriculum, assessments) components that are associated with each individual unique child that has both social and academic outcomes.

Developmental areas

The areas of development which preschool education covers varies from country to country. However the following main themes are represented in the majority of systems.

  • Personal, social and emotional development
  • Communication, including talking and listening
  • Knowledge and understanding of the world
  • Creative and aesthetic development
  • Physical development
  • Mathematical awareness and development

Allowing preschool aged children to discover and explore freely within each of these areas of development is the foundation for developmental learning. While the National Association for the Education of Young Children has made tremendous strides in publicizing and promoting the idea of developmentally appropriate practice, there is still much work to be done. It is widely recognized that although many preschool educators are aware of the guidelines for developmentally appropriate practice, putting this practice to work effectively in the classroom is more challenging. The National Association for the Education of Young Children(NAEYC) published that although 80% of Kindergarten classrooms claim to be developmentally appropriate, only 20% actually are.

Age and importance

Preschool is generally considered appropriate for children between two and five years of age, between the toddler and school stages. During this stage of development, children learn and assimilate information rapidly, and express interest and fascination in each new discovery. Studies have proven that the most important years of learning are begun at birth. A child’s brain at this age is making connections that will last the rest of their life.

The environment of the young child influences the development of cognitive and emotional skills due to the rapid brain growth that occurs in the early years. Studies have shown that high quality preschools have a short and long term effect in improving the outcomes of a child, especially a disadvantaged child (Schaefer. “Making Investments in Young Children: What Research on Early Care and Education Tells Us). Universal preschool is an international movement that has made access to preschool available to families in a similar way to compulsory elementary education. Various jurisdictions and advocates have differing priorities for access, availability and funding sources.

Methods of preschool education

Some preschools have adopted specialized methods of teaching, such as Montessori, Waldorf, Head Start, HighReach Learning, High Scope, The Creative Curriculum Reggio Emilia approach, Bank Street and various other pedagogies which contribute to the foundation of education. In the United States most preschool advocates support the National Association for the Education of Young Children’s Developmentally Appropriate Practices. Family childcare can also be nationally accredited by the National Association of Family Childcare if the provider chooses to go through the process. National accreditation is only awarded to those programs who demonstrate the quality standards set forth by the NAFCC.

Artikel tersebut langsung saya salin dari wiki. Adapun bisa kita lihat bahwa Creative and Aesthetic Development merupakan salah satu poin penting dari pendidikan untuk anak usia prasekolah.

art center di sanrio

5 Jun

hallo, apa kabar?

sudah satu bulan lagi berlalu… JUNI? ada apa di bulan ini?

kali ini saya ingin memberikan link art center dari web sanrio.
siapa yang tak kenal Hello Kitty?
bahkan tokoh kucing manis yang berpita merah ini dinobatkan sebagai kucing paling terkenal di seluruh dunia.

dalam web sanrio terdapat section art center dimana kita bisa menemukan beberapa kegiatan menarik.
yang paling saya sukai di section art center ini kita dapat memilih tokoh-tokoh sanrio yaitu hello kitty, cinnamoroll atau badtzmaru kemudian memberikan beberapa aksesoris dan menyimpannya dalam bentuk lembar kegiatan mewarnai. namun kita pun bisa membuat beberapa pilihan lainnya.

klik di http://www.sanrio.com/fun_and_games/art_center untuk bermain sambil belajar dengan para tokoh sanrio.

happy learning ^^