Gambar Anak

15 Mar

Gambar Anak

Waktu pertamakali mengikuti lomba menggambar tingkat anak-anak, menurut cerita dari kedua orangtua saya, saya menggambarnya dengan penuh perasaan sambil terus bercerita. Kadang sambil disuapi makan, tidur-tiduran dulu, main dulu, sampai akhirnya saya bilang ini sudah selesai gambarnya. Kelihatannya sama sekali tidak serius dan kalau orang lain liat mungkin bilang gambar saya jelek. Pokoknya saya heboh melakukan hal diluar kewajaran seorang anak yang sedang mengikuti lomba gambar, sedangkan samping kanan-kiri saya, sudah gambarnya hebat-hebat, warnanya dahsyat, serius pula. Orangtua saya memang tidak berniat mengikutsertakan saya untuk berkompetisi, hanya untuk pengalaman. Kalau ternyata pada akhirnya saya juara, ya mungkin sebagai bonus. Jeleknya, karena dari awal saya sudah menang, ketika di berbagai perlombaan berikutnya saya tidak memenangkan penghargaan, saya bisa ngamuk-ngamuk! Dasar anak-anak!

Oh iya apa yang Anda bayangkan saya gambar waktu itu? Untungnya, saya nggak menggambar pemandangan sawah kotak-kotak plus dua gunung yang ditengahnya ada setengah lingkaran matahari. Heheee… Gambar saya pada saat itu adalah gambaran dari keluarga inti saya, mom, papap dan adik perempuan saya, Binna. Nanti saya cari dulu foto dari gambar itu, karena dulu menjadi hak milik panitia setelah saya berhak membawa piala dan hadiah hasil juara I nyaπŸ˜€

Dari beberapa studi, saya pernah membaca bahwa hasil gambar anak-anak bisa diklasifikasikan kedalam empat kategori yaitu:
1. Gambar Spontan, dimana mereka mengambar atas inisiatif sendiri dan dianggapnya sebagai bagian dari kegiatan bermain. Mereka bebas menggambar apapun yang mereka mau.
2. Gambar Bebas, yaitu hasil dari proses menggambar yang dilakukan atas permintaan orang lain. Misalnya diminta oleh orangtua, guru atau temannya. Temanya masih dipilih sendiri oleh si anak.
3. Gambar Terarah, adalah hasil dari dari proses menggambar yang temanya sudah ditentukan. Banyak lomba menggambar yang menentukan tema sehingga anak dapat menggambarkan hasil interpretasi mereka dari tema tersebut.
4. Menyalin atau Melengkapi Gambar, dimana anak menggambar mengikuti pola yang telah ada atau mewarnai dan memberikan tambahan atas format yang telah dipersiapkan. Hal ini baik untuk melatih kepekaan anak terhadap bentuk.

Saya pikir, dengan cara apa pun anak menggambar, biarkanlah mereka berkreasi bebas. Orang dewasa tidak perlu memberitahukan mereka bahwa awan itu biru rumput itu hijau. Jika mereka ingin menggambar awan berbentuk segitiga dengan warna magenta dan rumput berbentuk lingkaran-lingkaran berwarna emas, biarkanlah. Mungkin memang mereka melihatnya seperti itu atau ingin menyampaikan sesuatu. Bebas lah yaaa anak-anaaakπŸ™‚

Ketika menulis ini saya jadi teringat salah satu dosen favorit saya di kampus dulu, FSRD ITB, Prof. Dr. Primadi Tabrani dan mata kuliahnya PSSR, how i missed him. Terakhir kali jumpa beliau sedang berjalan-jalan berdua dengan sang isteri. So romantic, Prof! ^^

cheers,
sallynatanegara

6 Responses to “Gambar Anak”

  1. iwan March 16, 2009 at 2:07 PM #

    Ditunggu gambarnya (hal ini yg kadang-kadang kita terlupakan akan pentingnya dokumentasi, terlebih moment penting seperti cerita diatas) ya..paling tidak bisa dijadikan contoh untuk memotivasi anak-anak untuk “berkreasi bebas”..

    • missbikinibitsy March 16, 2009 at 4:20 PM #

      nanti dicari, semoga ketemu!!
      masalahnya dulu itu belum terlalu tren bawa kamera kemana-mana.. huhu.. pocket camera masih mahal harganya ga kaya skrg bisa foto dr handphone :p

      “berkreasi bebas”, i like the way u quote my words.. hehe i even didn’t realize i wrote that words,,,

      thanks!

  2. riana March 16, 2009 at 6:25 PM #

    iya.. mau liat fotonya..πŸ˜‰

    btw, setuju dengan prinsip berkreasi bebasnya.
    adikku yg paling kecil kalo gambar warnanya suka ngaco tapi justru itu yg bikin gambarnya impressive dan colorful (menurut ortu dan kakak2nya hehe)

    • missbikinibitsy March 18, 2009 at 7:58 AM #

      sedang dicari ni, nanti tanya mom, mungkin beliau yang nyimpen..

      iyaaa pasti bagus banget kan?
      just free your little siblings to do anything they want when making an artwork.. yihaaa!!

  3. maya yustia September 17, 2013 at 2:31 PM #

    salam kenal
    saya tertarik untuk mendalami “membaca karakter anak melalui gambar”, bisa tlg kasih bbrp referensi utnuk saya baca?

    • sallynatanegara August 9, 2014 at 2:03 PM #

      halo, saya jarang baca buku, hehehe.. saat ini lebih banyak googling dan baca referensi dari link ke link. maaf tidak membantuπŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: