bakat?

14 Mar

berbakat kah anak kita? kalau kita sendiri? terus, emang bakat itu apa?

Saya sudah terbiasa dengan ”art things” sejak lama sekali, mungkin puncaknya sekira tahun 1988 ketika saya masih berusia 2 tahun dan memenangkan sebuah piala dari Lomba Kreativitas Melukis tingkat Anak-anak di Kebun Binatang Bandung. That was my greatest moment, said my mom and pap. Mereka bilang hanya iseng-iseng mendaftarkan saya ke lomba tersebut dan ternyata menang. Mulai dari sana lah mereka memiliki pikiran bahwa saya memiliki ”bakat” seni. Wah! Jadi saya adalah anak berbakat dong dari dulu? Horeee! Kalau ditanya, “Punya bakat apa Sal?” jadi saya bisa jawab, “Bakat seni nih!” Keren nggak tuh? hehehe…

Namun, hingga saat ini saya masih ragu akan arti dari bakat. Apa sebenarnya bakat itu? Apakah itu merupakan sesuatu yang sangat prinsipil dimana kehebatan seseorang pada akhirnya harus diperkuat oleh pernyataan, ”Oh emang dia berbakat menyanyi sejak masih anak-anak. Sering dapat piala waktu Agustusan pula. Pantas lah bila dia menjadi penyanyi idola saat ini.” Hmmm???

Bakat mungkin sesuatu yang diberikan Tuhan kepada beberapa orang untuk lebih mudah memahami/menguasai sesuatu dibandingkan dari orang lainnya, tapi bukan berarti orang yang ”tidak memiliki” bakat tidak akan bisa mempelajarinya bukan?
Saya sendiri percaya ungkapan, Learning by Doing, semuanya dapat dipelajari dengan melakukannya.
Banyak orangtua khawatir ketika mereka berpikir bahwa anaknya ”tidak memiliki bakat”, wah wah.. saya pikir itu aneh! Bukannya bakat tidak bisa dipaksakan dan tidak semua orang memilikinya? Mengapa jika memang anak kita tidak memiliki bakat istimewa sedari dini? Sebermasalahnya kah itu? Menurut Anda?

cheers,
sallynatanegara

3 Responses to “bakat?”

  1. iwan March 14, 2009 at 4:06 PM #

    Setiap anak pada dasarnya memiliki bakat dan kreativitas tertentu, namun dalam bidang dan dalam kadar yang berbeda -beda. Bahkan antara saudara sekandung dalam suatu keluarga dapat dilihat perbedaan individual dalam bakat dan minat. Yang penting adalah bahwa bakat ini dapat dipupuk dan dikembangkan dalam lingkungan yang menunjang perwujudan bakat dan kreativitas.

    • missbikinibitsy March 14, 2009 at 4:42 PM #

      iya om iwan, saya setuju sekali. perkembangan bakat dan kreativitas adalah sesuatu yang alami sehingga tidak bisa dipaksakan, apalagi bagi anak-anak.

Trackbacks/Pingbacks

  1. Saya, Tempat Kursus dan Manfaatnya « free learning. creative learning. - March 16, 2009

    […] di usia 3 tahun saya sudah sering memenangkan lomba gambar dan berpikiran sayang sekali jika ‘bakat’ saya ini tidak diarahkan. Setelah ngobrol ini itu sama Pak Oho, didapat kesimpulan kalau anak […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: