i’m back!

2 Sep

Standar.
Terakhir posting tahun 2014 OMG. Sebelum tau kalau hamil twins, sebelum hectic ngurusin twins dan Dylan sendiria, with no nanny and no maid. Sekarang baru buka laptop lagi setelah……. punya asisten rumah tangga. Kasian sama blog, apalagi sejak suka instagram yang semua lebih gampang.

Flashback ke 2014 – 2015.

Ketika hamil twins, aktivitas saya banyak yang terhenti, bikin sensory play dan berjualan di @misskimosbaby, stop. Kenapa? Hamil twins ini kehamilan ketiga saya dan high risks. All day sickness bikin pusing terus, moody abis dan lebih galak, hahaha padahal emang galak dari lahir.

Aktivitas bermain Dylan jadi kebanyakan beli jadi, banyak yang jual di ig. Beli, tinggalin Dylan main. Lalu mengulang lagi mainan sensory yang dulu-dulu, untungnya Dylan selalu suka.

Twins lahir secara normal di 35 weeks di RS Borromeus Bandung. It was super amazing experience terutama pas suster ngomong, “Bu, ngeden sekali lagi. Masih ada satu lagi.” Hahahaha.. Konyol dan menegangkan.

Abis twins lahir, hectic. Dylan mulai masuk TK, dari umur 3 minggu twins udah keluyuran di carseats ikut anter Aa Dylan sekolah dan kemana-mana. Untungnya kami ASI, jadi less ribet, nangis – hap!

September 2016.

Flow hidup kembali teratur, mulai keliatan twins gimana, Dylan gimana, saya gimana. Mari kita ngeblog lagi! Ibu rumah tangga yang satu ini mulai pengen eksis lagi :p

menjadi ibu-ibu instagram

14 Jul

loh apa kaitannya dengan playandartkids? tentu ada! sejak mengurus sendiri anak saya, blog ini jadi terbengkalai, kan? lihat saja jarak dua postingan terakhir saya ke postingan sebelumnya hehe.. baru beberapa bulan terakhir, saya kembali aktif di instagram dan mulai search hashtag yang berkaitan dengan edukasi anak usia dini. menakjubkan betapa hebatnya para ibu muda yang involve secara intens dengan program bermain serta belajar anak-anaknya, saya sangat terinspirasi dan lalu mengikuti jejak mereka dengan membuat hashtag saya sendiri, #playandartkids tentunya. oya, account saya @sallynatanegara disana saya memposting banyak kegiatan bermain dan belajar bersama dylan. ini beberapa foto yang saya unggah di account instagram saya tadi, please enjoy!

IMG_0663

IMG_0700

IMG_0848

IMG_0849

IMG_0889

IMG_0907

IMG_0930

semenarik apakah aktifitas dengan biji kacang hijau bagi balita?

19 Jun
dylan and the mung beans

dylan and the mung beans

Bagaimana Dylan menjelajahi kacang hijau dari hari ke hari:

1. Dia senang ketika melihat baki yang saya siapkan. Isinya dua mangkuk dan satu sendok dengan biji kacang hijau di mangkuk yang lebih tinggi. Lalu dia hanya melihat kacang hijau didalamnya dan menyentuhnya dengan menggunakan satu jari.
2. Saya menggunakan sendok untuk menyekop dan mulai menuangkan kacang dari satu mangkuk yang lain, berharap dylan melihat dan meniru. Ya, dia menirukannya. Tapi hanya sementara. Dia lebih tertarik untuk bermain puzzle.
3. Hari berikutnya, ia mulai melakukan aktifitas menyendok biji kacang hijau dengan sendok. Berlangsung dalam waktu yang lebih lama. Dan ia semakin mahir melakukannya.
4. Saya menambahkan beberapa silinder ke dalam baki. Pada awalnya dia mulai menuangkan seperti biasa, dari mangkuk besar ke mangkuk kecil. Lalu ia mulai terganggu dengan silinder, dan mulai main tumpuk-menumpuk. Kemudian, ia mulai mencubit biji kacang hijau itu satu persatu dan dimasukan kedalam silinder.
5. Setelah beberapa hari pengulangan kerja. Dia bertanya apakah tidak apa-apa untuk menuangkan kacang ke dalam baki. Ya, tentu saja. Dengan senangnya dia menuangkan dan mulai mengeksplorasi suara yang dihasilkan dari biji kacang hijau yang beradu satu sama lain. Sekitar 20 menit dia bermain dengan suara, mendengarkannya dengan seksama. Ia menemukan jika digoyang dengan cepat, suara yang dihasilkan pun berbeda. Ia juga menemukan beberapa bentuk seperti segitiga yang terbentuk oleh pergerakan biji kacang hijau.
6. Mari kita lihat apa lagi yang bisa dilakukan lebih banyak hanya dengan material biji kacang hijau.

apa itu metode montessori?

17 Jun

Tahun lalu, saya bertanya kepada seorang teman yang tinggal di NY, USA, tren mendidik seperti apa yang sedang digandrungi disana. Kami berbicara banyak, lalu dia menyarankan agar saya mengikuti metode montessori untuk berkegiatan di rumah bersama Dylan. Saya memutuskan untuk tidak “menyekolahkan” Dylan ke preschool/dll sampai nanti waktunya dia bisa masuk ke TK. Kenapa? Tidak ada alasan yang spesifik. Saya hanya mengikuti intuisi dan pengalaman hidup saya sendiri, yang mulai “bersekolah” sejak TK. Beberapa minggu terakhir ini, menjelang usia Dylan yang ke-3 tahun, saya mulai menerapkan metode montessori di rumah. Dengan peralatan yang ada dirumah, hanya berbekal informasi dari internet saja.

Dr. Maria Montessori (lahir 31 Agustus 1870) adalah seorang dokter wanita pertama di Italia yang mulai mengembangkan metode pendidikan yang membiarkan anak-anak mempelajari sesuatu berulang-ulang, melakukan pekerjaannya sendiri, membiarkannya memperbaiki kesalahan yang ia lakukan sendiri, dan memiliki kebebasan untuk memilih pekerjaan yang ingin ia lakukan. Metode ini awalnya ia terapkan untuk anak-anak dengan keterbelakangan mental, melihat hasilnya yang sangat baik, Maria yakin menerapkan metodenya ini kepada anak-anak yang normal akan memberikan hasil yang akan lebih baik lagi.

Yang saya pelajari, ada tiga cara dasar dalam membimbing anak untuk belajar dengan metode ini,

1. Periode 1: Pengenalan (Ini adalah …)

2. Periode 2: Asosiasi/Rekognisi (Coba tunjukan …, Mana … ya?)

3. Periode 3: Recall ( Ini apa ya?)

Semua dilakukan dengan bahasa yang sederhana, semakin sedikit kata/petunjuk semakin banyak yang akan ia pelajari. Dalam metode ini, anak dihargai sama sebagai manusia. Bukan sekedar orang dewasa kecil. Di rumah, saya mulai membuat lingkungan montessori yang membuat Dylan merasa kedudukannya setara dengan semua orang dewasa yang ada dirumah ini. Misalnya dengan menaruh tempat sepatu khusus, membuat gantungan baju yang bisa ia jangkau sendiri, membuat tempat mainan yang bisa ia jangkau kapan saja, bebas memakai pakaian yang ia pilih, melakukan hal-hal domestik, dan sebagainya. Bukan sebagai pembantu orangtuanya, tetapi sebagai orang yang melakukan perbuatan untuk dirinya sendiri.

Metode ini mudah namun sulit, mudah menerapkannya, namun sulit menahan kebiasaan-kebiasaan lain yang sudah tertanam pada diri saya sebagai pembimbingnya, yang selalu “biasanya juga begini lebih mudah…”πŸ˜€

Bayu, kebanggaanku…

12 Sep

Hai! Been a looong time… Setahun sudah saya tidak menulis di blog. Seusia dengan putra pertama saya, setahun bermain dengan bayi yang cerdas dan kreatif, it’s a fun way learning as a creative parent.

Kebahagiaan saya tahun ini semakin lengkap dengan diterimanya Bayu Putra Pratama di FSRD ITB angkatan 2012. Bayu, adik sepupu kesayanganku, mengikuti jejakku sebagai mahasiswa SR ITB! I can feel what my parents feel back then in 2003! PROUD, the big one!

Selamat berjuang dan berkembang, Kakak Mas.Β Jadilah yang terbaik diantara semua pemuda pemudi terbaik Indonesia di ITB. Teteh hanya bisa berdoa dan menyemangatimu. Ditunggu di Sabuga 4 tahun lagi, Bayu Putra Pratama, lulus dengan predikat Cum Laude, just like did in 2007! Aamiin…

Aku Bangga Jadi Anak Indonesia 2011

17 Aug

Dirgahayu Negeriku

INDONESIA

Kami Anak-anak Indonesia, Bangga menjadi bahagianmu..

Lembar Mewarnai : T – Rex The Dinosaur

25 May

Sejak kecil saya menyenangi dinosaurus terutama Tyrannosaurus rex atau T-rex. Sosoknya yang kokoh dalam film Jurassic Park is very cool! Apalagi setelah ada film Toy Story. Dan tentunya tokoh favorit saya adalah REX the green dinosaur!

Meski disebut sebagai dinosaurus yang kejam, bentuk fisiknya sangat menarik dan terkesan lucu dengan kepala dan badan yang berukuran besar namun dengan tangan yang kecil.

Ini adalah salah satu lembar mewarnai favorit saya,

Sumber gambar : http://www.disney.com